Pakasiah Siamang Tongga

Mata hari hampir tenggelam , warna jingga telihat membayang di balik bukit. Burung burung bergerak menuju sarang. Kelelawar mulai keluar . Terdengar nyayian anak anak kampung melihat kalong yg terbang berombongan. ” Kaluang kaluik, kapao ambu ambu. Kapulang kabukik . Ndak tahu rumah ibu “nyanyi bocah bocah sambil mendongakkan kepala melihat rombongan kalong.

Seorang pemuda dari tadi duduk dipondok di tepi kampung. ” Akh…kok Salma bulum datang juga…apakah dia tidak mau bertemu denganku sore ini, gumam Rizal sambil memandang ke ujung jalan desa.

Dari kejahuan terlihat seorang gadis berjalan mendekat . “Lama menunggu ya bang ” tanyanya pelan. Iya. Sudah satu jam aku menunggumu dik. Jawab Rizal. Maaf bang ada apa abang mengajak ketemuan sore sore begini. Sebentar lagi magrib . Tanya Salma.

Ada yang akan ku omongkan dik. Pemuda nemulai percakapan.

Sudah cukup lama kita pacaran . Tapi akhir akhir ini kulihat kamu sering menghindar dariku. Kenapa dik tanya Rizal sambil memandang Salma. Nga apa apa bang cuma lagi malas saja keluar bang.

Aku berencana minggu depan mau melamarmu pada orang tua mu. Sesuai janjiku aku sudah persiapkan segala sesuatu untuk menikahimu.

Beberapa saat gadis lesung pipit itu hanya diam , tidak terlhat kegembiraan diwajahnya Kok kamu diam saja dik tanya pemuda itu.

Maaf bang… Aku belum mau menikah bang belum siap. Aku masih ingin menikmati masa remaja bang, Salma menolak secara halus.

Dahulu kamu yang mendorongku agar semangat bekerja biar kita cepat menikah kenapa sekarang kamu yang menolak. Aku serius dengan janji kita akan menikah bulan depan. Bebera saat hanya diam..

Dah hampir magrib bang, aku pulang dulu salma mulai berdiri mau pergi. Tunggu dulu sebentar kamu belum menjawab pertanyaanku dik. Udalah bang pokoknya aku belum mau menikah.., jawab Salama sambil langsung pergi. Tunggu salma….aku belum selesai bicara . Udah aku mau pulang jawab salama ketus

Malam itu Rizal tak bisa tidur, gelisah memikirkan pertemuannya tadi sore. Kenapa dia sudah mulai berubah. Malah tidak menyambut niat baikku Apa betul yang diceritaka andi kepadaku. Ada seorang yang datang dari kota, kata andi itu anak Omnya salma. Orangnya Tampan Penapilan anak2 gaul. Bererapa kali andi melihat salma berjalan bersama pemuda tersebut.

Rasa kecewa dan sedih menyesakan dadanya. Teganya kamu mengingkari janji kita Salma ucapnya lirih sambil memandang keluar jendela. Malam terasa sepi dan begitu gelap.

Sudah dua minggu Salma tidak mau keluar bertemu dengan ku. Dengan berbagai alasan. Tampaknya kamu sudah tidak menggangapku salma. Tunggulah pembalasanku, gumam Rizal Sambil menghela nafas. Rasa kecewa, sedih demdam rindu berkecamuk di fikirannya

Aku harus minta tolong pada nenek Linggo, tak lalu dandang di air di udara ku taburkan fikir Rizal.

Malamnya rizal pergi menemui nenek linggo seorang dukun . Menurut cerita orang tuanya nenek ini waktu mudanya adalah kembang desa yang cantik. Saat mencari kayu di hutan tersesat . Cerita orang kampung dilarikan oleh orang bunian. Sebulan baru ditemukan diatas batang kayu besar di hutan gunung Talamau.

Rizal menceritakan keadaan dan masalah yang dialaminya. Maaf nek .aku mohon pertolongan. Pinta Rizal dengan suara gemetar. Hi hi hi hik anak muda, banyak gadis lain di kampung ini kenapa sempitnya fikiranmu. Kumbang tidak seekor, bunga tak setangkai jawab nek linggo sambil tertawa centil.. aku juga perempuan hik.. hi hi hi . Nenek ini walupun sudah berumur hampir sembilan puluh tapi terlihat masih muda.

Aku mohon nek, Hatiku sudah terpaut padanya. Bantulah sekali ini saja nek pinta Rizal memelas. ” Syaratnya berat anak muda” untuk apa kau bersusah susah , cari saja perempuan lain Nasehat Nek linggo mengingatkan pemuda itu . Tidak … Nek aku mau si Salma. Aku sangat mencintainya.

Hi ..hi hi pemuda bodoh,,,, Baiklah kalau tak memandang kau cucu kawanku datuk kociak, aku tak mau lagi melakukan hal hal bodoh seperti ini.

Terimakasih kata..rizal gembira.

Syaratnya kau harus menikahinya baik baik. Tidak boleh menyakitinya. Kata Nek lingggo.

Iyalah Nek saya serius. Saya mencintainya.

Syarat lainnya apa nek tanya Rizal.

Keilmuan ini namanya Pakasiah siamang Tongga ( pengasihan siamang tongga)

Besok kau pergi ke hutan barulak, kau cari ranting kayu yang pernah di duduki atau tempat bergelantung Siamang. Kalau dapat bawa kesini. Jangan lupa kembang tujuh rupa dan jeruk purut.

Tapi nek bagaimana saya mengetahui kayu itu pernah di tempati siamang” . He heheh goblok kau intailah kapan binatang itu kesana.. kau sanggup tidak..bentak nenek linggo. Iya..iya nek saya sanggup jawab rizal ketakutan . Waktu mu hanya 7 hari, jika kau gagal berarti anak itu bukan jodohmu kata nenek.

Tidak mudah mencari ranting kayu tempat bertengger siamang. Hewan ini hanya berada di hutan hutan yang lebat di atas pohon pihon besar . Berhari hari pemuda berbadan kurus itu mengintai siamang dihutan. Dia tidak lagi memikirkan keadaan dirinya. Rasa haus , lapar lelah ditahannya. Yang ada dalam pikirannya bagaimana mendapatkan kekasihnya Salmawiyah. Karena tekat yang kuat dan kesungguhan akhirnya Rizal mendapatkan Ranting kayu yang dicarinya bersusah payah . Pemuda langsung membawa syarat syarat tersebut kerumah Nenek linggo. Aku mendapatkan ranting kayunya nek Teriak rizal ketika menemui nek linggo sore itu. Bagus tenyata kuat tekatmu jawab nek linggo.

Basok waktu mata hari mulai naik. Siamang akan berbunyi sangat keras. Saat itulah mantra mantra ku lepas. Kau pulanglah tunggu saja dirumahmu. Jangan keluar apapun yang kau dengar ujar nek linggo . Aku mengerti nek. Saya mohon pamit pulang

Besok harinya cuaca sangat cerah,..dari tepian sungai tempat mandi terdengar suara tawa ceria dua orang gadis yang sedang mencuci pakaian. Ehem ..dapat pacar baru ya..gembira nya…kata Anum ..menggoda teman nya salma. Ngak . . Kata siapa..jawab salma.

Ahh..jangan boong… Buru kemaren kalian pergi ke air terjun.. he he.Nanti kubilang sama bang Rizal..loh.   Ah.. jangan sebut dia lagi aku ngak suka kata salma. Pindah kelain hati ceritanya niii anum terus meledek salma .

Tiba tiba suara siamang mulai terdengar… Mmmboh..boh…. Mmmboh….mmmmboh boh boh boh….semakin lama semakin keras bersahut sahutan.

Nenek linggo di gubuknya mulai merapal mantra capak capak beruknya. Heeliiii simulantak …..silulantiang……siamang tongga palayang kasiah…..tunggak ribuik silangkisau tumbangnyo batang silasiah. Bukakan hatinyo nan risau , ibokan hati nyo nan kasiah Siamang siamang kasiah hinggoknyo dirantiang patah.. , hati sianu sudah aku takan, matonyo lah aku rajah. .. aku mamakaikan kapado anak si anu .. mmmbaahh.mmmmbohhh. Asap menyan semakin mengepul , bau bunga semerbak mengiringi sahut sahutan bunyi siamang semakin keras…..

Di tempat lain di tepi sungai Salma yang sedaang mencuci pakaian dengan temannya seketika tertegun, terpana medengar suara siamang yang menggetarkan hatinya. Dia langsung diberdiri sambil menangis , mau pulang tanpa menghiraukan cuciannya.

Ada apa salma …kenapa dengan mu tanya Anum heran melihat perobahan mendadak temannya. ” Bang rizal…bang rizal….hanya itu yang keluar dari mulutnya. Salma jalan sempoyongan sambil di tuntun oleh Anum menuju rumahnya. ( Bersambung)..

Bagikan

Related posts