Pasaman Barat, portalYTVdigital |Tambang Ilegal Rimbo Canduang di Pasaman Barat kembali memicu kemarahan warga. Aktivitas tambang emas ilegal ini merusak hutan, mencemari sungai, dan menimbulkan keresahan, sementara aparat dinilai tutup mata.
Aktivitas tambang emas ilegal di Rimbo Canduang berlangsung terang-terangan. Alat berat dikerahkan tanpa rasa takut, merobek hutan, menggali tanah, dan meninggalkan kerusakan yang nyata. Sungai yang dulunya jernih kini berubah keruh, sawah gagal panen, dan ancaman longsor semakin dekat. Warga menilai aparat penegak hukum seolah hanya menonton, tanpa tindakan tegas.
“Setiap hari suara mesin meraung, tapi tidak ada polisi yang datang. Kami muak! Aparat hanya diam, sementara tambang makin merajalela,” tegas seorang tokoh masyarakat dengan nada marah.
Fenomena ini bukan hal baru. Tambang ilegal sudah lama jadi penyakit di Pasaman Barat. Namun kali ini, Rimbo Canduang jadi sorotan karena aktivitasnya semakin brutal. Warga menduga ada pihak-pihak yang melindungi operasi ini. Dugaan keterlibatan oknum membuat kepercayaan publik terhadap aparat semakin runtuh.
Kerusakan lingkungan semakin parah. Hutan yang menjadi sumber kehidupan warga kini gundul. Sungai tercemar lumpur dan bahan kimia, membuat air tidak layak konsumsi. Petani mengeluh sawah mereka gagal panen akibat aliran air yang rusak. “Kalau dibiarkan, Rimbo Canduang akan jadi kuburan hidup bagi kami,” kata seorang petani dengan penuh amarah.
Selain dampak lingkungan, keresahan sosial juga meningkat. Anak-anak tidak bisa lagi bermain di sungai, warga takut longsor, dan konflik antar masyarakat mulai muncul. Sebagian warga yang tergiur keuntungan ikut terlibat, sementara yang lain menolak keras. Ketegangan ini berpotensi memicu bentrokan.
Aparat dinilai kehilangan wibawa. Janji penertiban hanya jadi omong kosong. Warga menuding aparat sengaja menutup mata demi kepentingan tertentu. “Kami sudah berulang kali melapor, tapi tidak ada hasil. Pemerintah daerah hanya bicara, tidak ada aksi nyata,” ujar seorang tokoh adat.
Masyarakat kini menuntut langkah nyata. Mereka mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menutup tambang ilegal, menangkap pelaku, dan membongkar siapa yang melindungi. Jika tidak, warga siap turun ke jalan dengan aksi lebih besar.
Fenomena tambang ilegal di Rimbo Canduang mencerminkan lemahnya pengawasan dan rapuhnya komitmen aparat terhadap hukum. Jika dibiarkan, kerusakan lingkungan akan semakin luas, konflik sosial semakin tajam, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah akan hancur.
Tambang Ilegal Rimbo Canduang bukan sekadar isu lokal, tapi ancaman nyata bagi masa depan Pasaman Barat. Warga sudah muak, aparat harus bertindak. Jika tidak, rakyat akan mengambil langkah sendiri. (YTV)

