Banjir Bandang Terjang Sumatera Barat, Ratusan Korban Jiwa dan Ribuan Warga Mengungsi

Sumatera Barat,portal.ytvdigital.com || Sumbar kembali diguncang bencana banjir bandang dan longsor pada akhir Desember 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 262 korban jiwa di Sumatera Barat, bagian dari total 1.154 korban meninggal di seluruh Sumatra. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Banjir melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat, termasuk Padang, Agam, dan Pasaman Barat.

  • Ratusan rumah hanyut terbawa arus.
  • Jalan utama terputus sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.
  • Fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah mengalami kerusakan parah.

Selain korban jiwa, ribuan warga kini harus bertahan di posko pengungsian dengan kondisi serba terbatas.

Pada Kamis, 1 Januari 2026, pasca galodo banjir bandang, Batang Aia Muaro Pisang di Pasa Maninjau kembali meluap.

  • Air bah membawa material lumpur dan kayu besar, menyapu area pemukiman warga.
  • Beberapa rumah di tepi aliran sungai mengalami kerusakan berat.
  • Warga sekitar dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi menggunakan perahu karet.
  • Tim relawan dan aparat desa berjaga di titik rawan untuk mengantisipasi banjir susulan.

Kejadian ini memperkuat urgensi penanganan darurat dan pemulihan pasca bencana di wilayah Danau Maninjau dan sekitarnya.

BNPB melaporkan hingga 31 Desember 2025:

  • 1.154 korban meninggal di seluruh Sumatra.
  • 262 korban jiwa berasal dari Sumatera Barat.
  • Ratusan orang masih dinyatakan hilang.
  • Ribuan warga mengungsi ke lokasi aman.

Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus melakukan pencarian korban hilang serta menyalurkan bantuan.

  • Polri dan Polda Sumbar menyalurkan beras, mi instan, biskuit, minyak goreng, serta menyediakan 100.000 porsi makanan.
  • 150 titik sumur bor dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
  • Tim medis dikerahkan untuk memberikan layanan kesehatan darurat di posko pengungsian.

Di posko pengungsian, banyak warga masih diliputi rasa trauma. Tangis haru sempat pecah saat Presiden berkunjung ke lokasi terdampak. Meski bantuan mulai berdatangan, akses jalan yang terputus dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan besar.

“Jumlah korban meninggal bertambah menjadi 1.154 jiwa, dengan 262 di antaranya berasal dari Sumatera Barat. Operasi pencarian masih terus dilakukan,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data BNPB.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologis di wilayah rawan banjir dan longsor. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras yang masih diprediksi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.(yTVHub)

Bagikan

Related posts

Leave a Comment